Memiliki sebuah bisnis sendiri sepertinya sudah menjadi idaman semua lapisan masyarakat di Indonesia akan tetapi masih banyak faktor-faktor lain yang membuat sebuah usaha tidak segera dilakukan. Termasuk yang menulis tulisan ini (emang tidak bernafsu besar untuk ke arah situ)
Lihat saja negara sebelah, orang yang menjadi enterpreuneur/pengusaha di Singapura lebih dari 70% tapi di Indonesia hanya kurang dari 7% (semoga aja di Indonesia bisa mencapai 70% dengan catatan merubah opini publik bahwa PNS bukanlah profesi idaman)
Back2topic, membahas tentang “Menjadi Orang Lain dari Bisnis Kita Sendiri”….
Banyak orang pasti akan banyak menanggapi kalimat tersebut dengan cibiran, dengan pertanyaan di otak masing-masing seperti berikut “Aku ini pemilik bisnis kok malah disuruh menjadi orang lain?”
Menjadi orang lain ataupun tidak menjadi orang lain merupakan pilihan dan keduanya tidak ada salahnya untuk dilakukan. Dengan menjadi orang lain di bisnis kita sendiri akan mendapatkan beberapa keuntungan
- Feedback
Kita sebagai pemilik bisnis bisa mendapatkan feedback secara tulus dari orang yang kita ajak ke tempat bisnis kita. Dengan begitu kita bisa menggali lebih dalam untuk memperbaiki bisnis kita di kemudian hari. - Mouth Of Word
Dengan kita mengajak seseorang atau banyak orang ke tempat bisnis kita, jika mereka puas maka mereka juga yang akan melakukan promosi dari mulut ke mulut (mouth of word) ke orang lain tanpa ada unsur paksaan ataupun terskenario oleh kita dengan teman kita.
Saat ini mungkin hanya itu saja yang bisa saya sampaikan mengenai menjadi orang lain di bisnis kita sendiri, jika nantinya saya menemukan poin keuntungan lainnya akan saya tambahkan di sini.
Atau jika anda menemukan keuntungan lainnya juga bisa saya tambahkan di postingan ini.
Kapanlagi.com – Setelah diproses beberapa bulan, akhirnya nasib vokalis Peterpan, Nazril Irham alias Ariel, mendapatkan kejelasan. Bukan hanya Ariel, Luna Maya dan Cut Tari yang juga menjadi tersangka dalam kasus video mesum tersebut juga ikut mendapatkan kejelasan. Mereka bertiga terlepas dari jeratan UU ITE.Kebebasan mereka bertiga dari jeratan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik itu diungkapkan oleh Marwoto Soeto.
Dunia perpolitikan di negeri yang katanya memiliki kekayaan alam yang melimpah ini ternyata pemerintah sebagai pelaksana pengelola negeri ini tak bisa mensejahterakan ekonomi rakyatnya. Masih banyak orang-orang yang bekerja ke luar negeri, masih banyak pengusaha industri yang produknya tak bisa mengalahkan produk asing hingga akhirnya bangkrut ketika ada gejolak ekonomi, masih banyak rakyat yang tidak bisa menikmati pelayanan publik yang memuaskan dan masih banyak lagi kekurangan-kekurangan lainnya yang berkaitan dengan kenegaraan.







