Sego Pecel Kota Nganjuk

  • Share
  • Share on Tumblr
  • SumoMe
  • Share
  • Share on Tumblr

Sego Pecel atau Nasi Pecel merupakan menu makanan khas dari beberapa kota di propinsi Jawa Timur seperti Nganjuk, Kediri, Madiun, Tulungagung, dan Blitar. Sego Pecel juga ada di kota mana pun yang ada di propinsi Jawa Timur akan tetapi menu makanan yang satu ini didominasi oleh kota-kota yang telah disebutkan di atas tadi.

Masyarakat kota Nganjuk memiliki habit atau kebiasaan ketika makan di pagi hari atau sarapan, dapat dipastikan menu makanan yang akan disantap adalah sego pecel. Hal ini bisa terjadi dikarenakan memang banyak penjual sego pecel saat pagi hari maupun malam hari yang berjualan sego pecel di pinggir-pinggir jalan.

Tentunya sudah tahu dengan Sego Pecel Bledeg, bukan?

Sego Pecel Bledeg sudah ada sejak tahun 1994-1996, saat itu masih berjualan disamping baratnya perempatan lampu merah jalan A.Yani atau tepatnya disamping kiri Nasi Becek. Nah, Sego Pecel Bledeg ini termasuk yang berjualan di pagi hari saja.

Dan, penjual Sego Pecel yang tampak pada foto dibawah ini adalah penjual Sego Pecel yang berjualan di malam hari di sepanjang jalan A. Yani Kota Nganjuk, tepatnya berada pojok kiri tikungan ke kantor kecamatan Nganjuk jika Anda dari arah Alun-Alun.

Nasi Pecel Pincuk Kota Nganjuk di Jalan Ahmad Yani. Pincuk adalah piring yang terbuat dari daun pisang. Oleh Aris Prasetyo


Hampir semua penjual Sego Pecel di sepanjang Jalan A. Yani kota Nganjuk ini menjajakan lauknya seperti foto di atas yaitu ati+rempelo goreng, usus goreng yang ditusuk seperti sate, perkedel kentang, tahu goreng,  telur puyuh dibacem yang ditusuk seperti sate, telur ceplok, dan telur asin.

Oh iya, masyarakat Nganjuk menyebut bumbu pecel sebagai sambal pecel untuk topping sego pecel ini. Selain itu juga ada sambal yang lainnya yaitu sambal tumpang. Sambal tumpang adalah sambal yang terbuat dari tempe mentah busuk yang kemudian dimasak dengan santan serta cabe dan bumbu lainnya. Disebut sambal tumpang dikarenakan peletakan pada saat untuk topping menumpang pada sambal pecel.

Jadi, ketika Anda akan pesan sego pecel, nantinya akan ditanyai oleh penjualnya mengenai topping pada menu sego pecel ini. Karena saat berkunjung ke sini malam hari pada tanggal 19 Agustus 2012 (hari pertama idul fitri 1433) juga ditanyai oleh penjualnya seperti berikut :

Campur atau pecel thok?

Yang artinya, apakah Anda ingin pakai sambal campur dengan sambal tumpang atau hanya sambal pecel aja?

Untuk sayur-sayurnya (kulub :sayur matang dalam bahasa Jawa) sangat beragam sehingga jika ada yang kurang anda sukai, bisa request langsung ke penjualnya untuk tidak ditambahkan pada pincuk anda.

Pincuk adalah tempat makan untuk sego pecel yang terbuat dari daun pisang yang dipasang biting (Lidi tajam) yang berfungsi seperti steples.

 

Untuk harga satu porsi (satu pincuk) sego pecel ini sangatlah murah kalau untuk ukuran masyarakat kota besar.

Silakan saja dicoba untuk berkunjung ke kota Nganjuk dan menikmati sego pecelnya.

About Wamir

Wamir hanyalah seorang pengamat semua bidang pengetahuan terutama pengetahuan tentang internet seperti SEO, Social Media, dan perkembangan teknologi website. Selain itu juga menggemari pengetahuan tentang bisnis, baik offline maupun online. Dia juga gemar berbagi pengetahuan apapun yang sudah diketahuinya.
This entry was posted in Kuliner and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>