Orang tua di Thailand punya cara baru untuk menandai kelahiran anaknya yakni menyimpan sel induk yang diambil dari ari-ari bayi yang baru lahir. Nanti sel induk tersebut bisa dimanfaatkan untuk pengobatan segala macam penyakit. Tapi fasilitas itu hanya bisa dimanfaatkan kalangan berduit. Sebab biayanya mencapai THB 130 ribu (sekitar Rp. 36,4 juta).
Menurut Kostas Papadopoulos, Kepala operasional Thai Stem Life(TSL), bank medis milik perusahaan gabungan Thailand-Malaysia, menyimpan sel induk sama artinya dengan menanam investasi kesehatan masa depan.
“Kalau sang anak menderita leukimia atau kanker, orang tua tak perlu menunggu donor sel induk. Cukup menggunakan milik mereka sendiri. Dengan begitu tidak akan resiko penolakan dari tubuh,” jelasnya.
Belakangan, para ilmuwan menemukan bahwa sel induk bisa dikembangkan untuk mengganti jaringan yang rusak. Penelitian mengenai sel induk sering memicu kontroversi karena didapatkan dari embrio alias bakal janin. Namun, sel induk itu juga bisa diperoleh dari ari-ari bayi. Syaratnya, ari-ari tersebut harus diproses selambatnya lima menit setelah keluar dari rahim sang ibu.
Untuk mendapatkan sel induk, dokter menggunakan jarum khusus guna mengambil darah dari ari-ari bayi. Setelah itu, darah diproses dan diambil sel induknya yang langsung dibekukan dan disimpan di tabung nitrogen cair. Kostas menyakinkan proses tersebut tidak akan membahayakan sang ibu maupun bayi.
Penyimpanan sel induk bakal sangat membantu anak yang lahir di tengah keluarga multietnis. Jika mereka mengalami masalah kesehatan, banyak faktor yang harus diperhatikan sebelum mendapatkan donor yang benar-benar pas. Sel induk bayi juga bisa digunakan untuk anggota keluarga lain seperti ayah atau ibunya.
Selain membayar THB 130ribu untuk proses awal, keluarga yang menyimpan sel induk harus membayar THB 20-30 ribu (sekitar Rp. 5,6-8,4 juta) per tahun.
“Kalau dilihat manfaatnya, itu tidak mahal. Anggap saja seperti membayar asuransi mobil,” kata Majen Jonggate Aojaneoong, salah satu pendiri TSL yang diklaim sebagai bank sel induk terbesar di Asia Tenggara itu.
Bank medis tempat menyimpan sel induk tersebut didirikan pada 2005 oleh sekitar 30 dokter di beberapa rumah sakit di Bangkok. Mereka mengadopsi sistem serupa yang diterapkan Malaysia sejak lima tahun silam. Hingga kini sudah 12 ribu keluarga yang menyimpan sel induk di bank tersebut. Sepertiganya keluarga Eropa atau Amerika yang tinggal di Thailand.(JP/AFP/any)



Pingback: Simpan Sel Induk Yang Diambil Dari Ari Ari Demi Masa Depan | Tempat Wisata Indonesia