Pentingnya Feedback Agar Website Menjadi Lebih Baik

  • Share
  • Share on Tumblr
  • SumoMe
  • Share
  • Share on Tumblr

feedback1


Sekarang sudah bukan jamannya egois dalam hal membuat ataupun merencanakan sebuah website. Perusahaan-perusahaan yang masih dikatakan sebagai perusahaan “ndeso” masih berkutat memikirkan sendiri semuanya tentang websitenya dalam mencari inspirasinya, sudah merasa paling pinter sendiri kaleee .

Namun berbeda dengan perusahaan internet yang sudah maju, mereka benar-benar mencari konsep yang matang kemudian juga mengadopsi dari masukan (feedback) orang lain.

Apa yang terjadi kalau semuanya dipikir sendiri ?

Jawabannya :
1. Menghabiskan banyak waktu
2. Menyebabkan frustrasi, stress
3. Ketakutan yang tidak jelas.

Untuk itu, feedback pada sebuah website bisa sedikit membantu mendapatkan inspirasi pada sebuah website.

  1. MULAI DARI AWAL
    Feedback merupakan bagian dari rencana mulai dari awal pembuatan pada sebuah website baru ataupun sedang merilis feature baru.

    Semakin lebih awal feedback dimulai, semakin lebih mudah untuk membuat perubahan (itupun kalo ada masukan dari feedback yang menurut kita baik). Jangan menunggu hingga desain/sistem jadi, baru memulai feedback dari orang lain. Tapi rencana awal sebuah desain/sketsa/gambaran umum mengenai feature baru, taruh didepan agar orang lain dapat melihat dan memikirkan apa yang telah dilihatnya (biarkan orang lain berimajinasi sesuai dengan apa yang diinginkan). Sekarang ini konsumen lebih menang memilih jadi kita dengarkan kemauan mereka yang tidak tersedia di kompetitor kita.

  2. TERBUKA
    Keterbukaan merupakan modal (sifat kita) yang harus di investasikan dalam membuat sebuah website. Kalau kita memutuskan tidak ingin ada perubahan apapun maka jangan membuang-buang waktu anda ataupun waktunya orang lain untuk berpikir melalui feedback.

    Carilah masukan (feedback) yang memang anda butuhkan untuk di perhatikan. Jangan hanya berkutat pada yang ada dan yang ada di pikiran anda saja tanpa mendengarkan feedback dari orang lain yang lebih konstruktif atau mungkin  lebih top dari isi otak kita.

  3. GUNAKAN TOOLS YANG TEPAT
    Banyak orang selalu menghindari masukan dari orang lain karena pengalaman masa lalu yang kurang produktif (bertele-tele).  Kemungkinan dikarenakan feedback yang diterima tidak ada yang merespon ataupun tidak ada cara yang baik untuk mengumpulkan feedback.

    Sekarang ini sudah ada tools yang di rancang khusus untuk mengumpulkan feedback agar lebih teroganisir dan dapat di tindaklajuti. misalkan seperti dibawah ini

    Concept Feedback http://www.conceptfeedback.com/
    Five Second Test
    http://www.fivesecondtest.com/
    Notable
    http://www.notableapp.com/
    User Testing
    http://www.usertesting.com/
    Userfly
    http://www.userfly.com/

  4. AJAK SEMUA ORANG
    Nggak perlulah merekrut orang yang terlalu pintar-pintar banget hingga dia itu seorang doctoral ataupun pakar website untuk dijadikan karyawan untuk memberikan masukan tentang performance website kita.  Terkadang ide bagus, strategi bagus, inspirasi bagus itu munculnya dari orang yang tidak banyak tahu tentang website. Dan mereka terkadang bisa memberikan kontribusi yang tidak kita duga sebelumnya.

    Tapi jangan melakukan perekrutan salah satu dari mereka ini  untuk dijadikan orang penting dalam perusahaan kita. Kenapa ? bisa gawat dunk karena jam terbangnya sedikit sehingga pengalamannya juga masih kurang untuk menentukan mana yang baik dan yang jelek masih belum tahu. Kalo memberi masukan bolehlah…

    Cara yang lainnya yaitu bergabung aja dengan sebuah komunitas, ajak teman, ajak keluarga untuk ngobrolin yang anda butuhkan. Pasang ide anda di Twitter, facebook, dan media lainnya untuk mendengarkan komentar dari mereka-mereka termasuk orang lain yang belum kita kenal mengenai ide kita atau memeriksa website kita.

  5. FOKUSKAN PERTANYAAN
    Pastikan tujuan kita mendapatkan masukan itu yang seperti apa. Setelah sudah paham dengan tujuan kita, arahkan pertanyaan-pertanyaan kita kepada mereka ke arah yang jelas dan singkat agar kita bisa mendapatkan masukan yang lebih spesifik dan bermanfaat. Dan yang satu lebih penting yaitu efektif kalo bisa sih lebih efisien / praktis.
  6. LAKUKAN HAL YANG SAMA DAN BERULANG-ULANG
    Masukan-masukan dari orang lain merupakan tahap awal yang masih berkelanjutan jadi jangan berhenti untuk mendapatkan masukan lainnya secara berkelanjutan. Ulangi atau lakukan hal yang sama untuk mendapatkan masukan-masukan sehingga nantinya akan semakin terbiasa/mempermudah untuk mendapatkan masukan di masa mendatang. “Jauh di mata dekat di hati
    Sehingga kreativitas kita seakan-akan tidak ada habisnya padahal masukan itu berasal dari banyak orang, banyak tipe orangnya, banyak tingkatan kepandaian, dll. hehehehe….

Salam zupeer…

About Wamir

Wamir hanyalah seorang pengamat semua bidang pengetahuan terutama pengetahuan tentang internet seperti SEO, Social Media, dan perkembangan teknologi website. Selain itu juga menggemari pengetahuan tentang bisnis, baik offline maupun online. Dia juga gemar berbagi pengetahuan apapun yang sudah diketahuinya.
This entry was posted in Internet and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>