Enak, keenakan, tak mengenakkan

  • Share
  • Share on Tumblr
  • SumoMe
  • Share
  • Share on Tumblr

3355478682_39e55c8d541


Bisakah anda mengambil kesimpulan sementara dari  judul tersebut ? kalaupun nantinya kesimpulan anda tidak sama dengan tulisan yang ada disini juga tidak masalah / tidak usah kecewa karena hal itu juga sangat menguntungkan bagi pola kreativitas berpikir anda sendiri. Dengan membuat kesimpulan sendiri tentang judul tersebut berarti anda telah mengirimkan sinyal ke otak anda untuk berimajinasi untuk melatih otak menciptakan sebuah kreativitas. Yep itu keuntungan lainnya dari yang sudah anda lakukan…U must thx for datz..

Pokok pembahasan tulisan ini memang masih berhubungan dengan kinerja otak kita yang sebenarnya memiliki celah yang bisa dimanfaatkan oleh orang lain untuk sesuatu yang bisa merugikan kita. Perlu diketahui juga bahwa patern otak dari setiap manusia dimanapun berada sebenarnya memiliki kesamaan. Mengenai detailnya pola kerja otak silahkan di cari saja di internet.

Tanpa dilakukan hypnotherapy atau kita penuh dengan kesadaran, otak kita bisa dipermainkan oleh orang-orang yang ingin melakukan sesuatu kepada kita.

Kisah cerita yang sekarang ini menceritakan seseorang yang sudah memiliki seorang anak (bayi) yang sedang berjalan-jalan di sebuah tempat yang penuh dengan keramaian orang, tepatnya sedang sedang jalan-jalan dan ada acara/event di Mall.  Dan seseorang itu itu adalah ANDA, kalaupun anda belum punya seorang anak bayangkan saja anda sudah memilikinya. Tampaknya yang nulis juga sedang terobsesi ’bout that yah….*wakakakaka*

Berjalan sambil menggendong bayi mendekati keramaian dan ternyata keramaian tersebut yang merupakan event kontes anak dan bayi lucu yang diselenggarakan oleh pengelola mall. Kebetulan saat itu juga kondisinya sedang memiliki seorang bayi, pastinya disitu banyak orang yang merasa bangga dengan anak-anaknya yang sedang ikut kontes tersebut.

Masih dalam kondisi menggendong bayinya akhirnya semakin mendekatlah ke kerumunan orang yang sedang menonton kontes anak dan bayi lucu itu. Kemudian pada saat sudah merasa terhibur dengan hiburan kontes tersebut ada seorang ibu muda yang sedang memberikan sebuah topi bayi. Kemudian menolehlah ke ibu muda itu dan melihat topi yang diberikan itu.

“Eh…ternyata itu topi anakku”,  katanya dalam hati setelah melihat topi yang ada di kepala bayinya ternyata memang tidak ada.

“Ini topi, milik putranya yaaa ?” tanya ibu muda itu  sambil memberikan topi tersebut.

Mendapat perlakuan baik dari ibu muda yang mengambilkan topi bayinya yang jatuh, yang sedang menggendong bayi itu pastinya merasa senang.

“Terima kasih bu… iyaa ini topinya adek.” jawabnya sambil senyum-senyum senang topinya adek yang jatuh diambilkan.
“Enaknya kalo semua orang, seperti ibu yang baik hati ini” katanya dalam hati mengenai ibu muda yang baik hati ini.

Apakah anda juga merasakan hal yang sama ketika anda di tolong ?

Kemudian topi tersebut diterimanya dan dipakaikan kepada putranya, kemudian tercipta obrolan-obrolan yang lebih dekat lagi. Obrolan itu memang sebuah sosialisasi dalam bergaul sehari-hari karena perasaan welcome dari orang yang menggendong bayi itu sudah dirasakan oleh ibu muda itu dan ibu muda itupun suka dengan obrolan-obrolan tersebut.

“Heeeii… lucu banget yaah. ” kata ibu muda itu saat melihat wajah bayinya.

Sebagai orang tua pastinya merasa senang saat mendengarkan ucapan orang lain yang mengatakan seperti itu, walaupun hal itu dikatakannya dalam hatinya. Untuk menanggapi ucapan seperti itu biasanya hanya dibalas dengan senyuman ataupun sebuah candaan yang mengandung narsism.

Untuk mempersingkat tulisan karena yang nulis ini bukan seorang penulis ulung jadinya ceritanya dipersingkat dan kemungkinan hal ini bisa mengecewakan anda sebagai pembaca. Hal ini juga sebuah therapy untuk mengatur emosi anda hihihihihi….

“Umurnya dah berapa nih adeknya ?” tanya ibu muda.

“Sehat bener adeknya ini ” kata sanjungan ibu muda tersebut yang disambut dengan senyuman dari orang tua si bayi.

“ooo … minum kaleng merk itu. Iya emang susu merk itu dulu aku juga pake itu saat anakku masih seumuran dengan adek ini” basa-basinya ibu muda itu.

Setelah melewati obrolan yang menyenangkan dengan ibu muda itu kemudian ibu muda ini mencoba merasakan ingin menggendong bayi lucu, sehat yang memiliki nama yang juga bagus.

Apakah anda akan memberikan peluang kepada si ibu muda ini yang ingin merasakan menggendong bayi anda yang lucu itu ?

Berpikirlah dulu dan aku itung yaaah…

  • 10
  • 9
  • 8
  • 7
  • 6
  • 5
  • 4
  • 3
  • 2
  • 1

Anda berikan atau tidak ?

Kalau hal itu anda berikan, berarti anda sudah memberi kesempatan juga kepada orang lain yang akan berpotensi melakukan kejahatan kepada anda yaitu melakukan penculikan terhadap bayi anda.

Ber-negative thinking memang memiliki stigma yang kurang baik di masyarakat kita, hal itu mungkin dikarenakan kita sering diajarkan hal-hal yang baik-baik saja.  Selama ini pula kita sering mendengar / diajarkan untuk berbuat dan berpikiran yang baik-baik saja.

Ber-negative thinking tetap diperlukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi kepada kita, kata lain dari semakin lebih hati-hati ketika menghadapi kondisi seperti itu. Ketika anda sudah memberikan bayi anda kepada ibu muda tersebut berarti anda juga harus lebih waspada kepada ibu yang sedang menggendong bayi anda.

Ketika bayi anda sudah terlepas dari tangan anda berarti hal sudah mengurangi kewaspadaan anda terhadap anak kandung anda sendiri.

Ternyata ibu muda itu tidak sendirian, ibu muda tersebut memiliki seorang teman lagi yang tugasnya mengecoh anda untuk mengajak berbicara dengan anda agar anda teledor dan lengah kemudian ibu muda yang sudah membawa bayi pergi meninggalkan anda.

Semuanya sudah dianalisa mengenai waktu yang dibutuhkan untuk melakukan penculikan di tempat publik yang ramai sekalipun.

  • Kisaran waktu yang anda butuhkan ketika anda sadar anak anda dibawa lari.
  • Kisaran waktu anda akan melaporkan ke petugas security mall. Kalaupun anda sudah ketemu dengan petugas bisa saja komplotan mereka ini akan menghambat jalan anda menuju petugas tersebut.
  • Kisaran waktu si ibu muda untuk melarikan diri.

Cukup!!!Jangan banyak-banyak analisa mengenai waktu dan lain-lainnya yang nantinya bisa digunakan oleh para pelaku kejahatan ataupun orang yang kepepet harus melakukan kejahatan.

Baru sadar cerita ini menceritakan tentang kejadian penculikan anak/bayi padahal dilakukan di lokasi yang banyak orang.

Enak karena mendapatkan pujian-pujian hingga lengah.

Keenakan karena selain mendapatkan pujian-pujian juga mendapatkan perasaan yang friendly dari orang asing, dibantu menggendong dan bla bla lainnya yang mengenak-enakkan diri sang ibu.

Tak mengenakkan karena anaknya diculik yang kemudian minta tebusan hingga jutaan bahkan hingga milyaran.

Sebenarnya tidak hanya di kasus penculikan bayi saja yang sekarang sedang marak terjadi di Indonesian, namun masalah seperti diatas itu bisa saja diterapkan ke dalam berbagai kasus masalah. Hanya saja mungkin prakteknya berbeda-beda pelaksanaannya.

About Wamir

Wamir hanyalah seorang pengamat semua bidang pengetahuan terutama pengetahuan tentang internet seperti SEO, Social Media, dan perkembangan teknologi website. Selain itu juga menggemari pengetahuan tentang bisnis, baik offline maupun online. Dia juga gemar berbagi pengetahuan apapun yang sudah diketahuinya.
This entry was posted in Lain-lain and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>