Negerinya orang yg GEMAR MENGHUJAT daripada MENGHORMATI sesamanya

  • Share
  • Share on Tumblr
  • SumoMe
  • Share
  • Share on Tumblr

spaceball


spaceballMungkin banyak yaah mendengar orang-orang yang ingin Indonesia menjadi negara yang kaya, sukses, menjadi yang terbaik di bandingkan dengan negara-negara lain didunia ini. Semuanya itu merupakan sebuah keinginan semua rakyat Indonesia yang masih wajar-wajar saja untuk diungkapkan.

Untuk menggapai keinginan itu sebagian rakyat Indonesia ada yang bertindak sesuai dengan keinginan hati yang tulus melakukan sesuatu yang bisa berguna bagi orang sekitar ataupun untuk orang banyak. Akan tetapi ada juga lho orang-orang yang kurang mempedulikan dengan orang sekitarnya dan hanya ingin melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri. Lebih parah lagi jika orang yang mementingkan dirinya sendiri itu ditambah dengan perilakunya yang gemar menghujat orang lain atau menghujat apapun itu.

Indonesia… sebuah negeri yang dihuni oleh orang yang banyak menggemari perilaku hujat-menghujat kepada sesamanya.

Perilaku yang seperti ini sangat berperan sekali menghambat pertumbuhan sebuah negeri ini, dikarenakan sifat ini bisa menyumbat kreatifitas, produktifitas dari anak bangsa ini untuk berkembang lebih maju lagi. Sumber Daya Manusia Indonesia otomatis mengalami perlambatan pertumbuhan secara signifikan.

Saat merayakan dirgahayu Indonesia ke-64 ini, dengan mudahnya mereka (penghujat) ini mengatakan sesuatu/orang lain yang telah dilakukan/dicapai oleh seseorang, lembaga/institusi pemerintahan/swasta itu tidak ada gunanya sama sekali saat meramaikan dirgahayu RI ke-64.

Jika melihat pemberitaan di media-media ada beberapa event untuk merayakan dirgahayu RI ke-64 seperti :

Mencatat rekor dunia di Guinness Book of The Record sebagai hadiah ultah kemerdekaan Indonesia dengan melakukan upacara dibawah laut sebanyak 2465 orang. Amerika yang negara kaya tidak bisa mencapai 900 orang.

Himpunan mahasiswa pecinta alam di Sulawesi Selatan memasang bendera raksasa merah putih di bukit tertinggi di asia tenggara.

Crew TVOne mengibarkan bendera Merah Putih di puncak gunung tertinggi di Eropa yaitu gunung Elbrus, Rusia.

Banyak rakyat mengadakan acara-acara perlombaan di banyak daerah untuk dijadikan sebagai hiburan rakyat.

Mereka ini para orang yang gemar menghujat mengatakan akan lebih berguna jika digunakan untuk mengentaskan rakyat yang masih miskin daripada harus membuang-buang waktu, tenaga, dan uang.

Opini penghujat ini ada benernya untuk membantu rakyat yang miskin, tapi khan hal itu tidak bisa diterapkan dengan seenaknya atau dengan mudah seperti membalikkan telapak tangan untuk melakukan pengentasan kemiskinan secara instan.

Kalau perilaku menghujat ini bisa dihilangkan dari muka bumi Indonesia, dijamin negeri ini akan mengalami kemajuan yang pesat karena akan muncul kerja sama yang saling berkesinambungan (simbiosis mutualisme). Lebih mencintai produk dalam negeri, lebih mencintai budaya sendiri, rasa solidaritas menjadi lebih kuat dll.

Orang yang gemar menghujat ini kebanyakan biasanya mereka ini penganut hedonisme sehingga perlu dipertanyakan lagi tentang peran sertanya untuk negeri ini atau minimal peran sertanya untuk masyarakat disekitarnya sendiri. Mungkin rasa nasionalisme mereka juga sudah sangat berkurang.

Berapa persen total kekayaanmu, tenagamu, pikiranmu, kamu pergunakan untuk membantu orang yang tidak mampu selama kurun waktu sekitar 10-30 tahun terakhir ini ? 1% , 2% , 3 % , 10% , 50% ???

Dan lebih sering mana antara berbuat menghujat dengan menghormati hasil kinerja orang lain, karya orang lain, atau orang yang sedang berusaha ?

Jika didalam diri orang yang gemar menghujat ini banyak yang kurang terhormat perilakunya… kenapa juga mereka ini melakukan hujatan-hujatan kepada orang lain yang sedang berusaha memajukan negeri ini dengan caranya masing-masing dan cara yang berbeda-beda.
Misalkan TVOne kibarkan bendera di puncak gunung karena perusahaan TV swasta ini berhak melakukan itu dengan dananya sendiri.

Orang yang banyak menghujat biasanya dibarengi dengan asumsi-asumsinya yang negatif sehingga semakin kuat pula hujatan-hujatan yang dikeluarkan kepada orang lain. Sayang sekali hal ini mereka lakukan kepada negeri ini.

Perlu di ingat dan diperhatikan kepada orang yang gemar menghujat bahwa perjuangan yang dilakukan rakyat sekarang ini tidak sama dengan perjuangan rakyat dahulu saat melawan penjajah negeri ini.

Saat ini rakyat berjuang sesuai dengan profesinya masing-masing dan saling membantu dengan sesama warga negara Indonesia. Seorang atlet olah raga berjuang agar menjadi atlet dunia, seorang pengusaha berjuang untuk menjadi perusahaan internasional untuk menghasilkan devisa bagi negara dan bisa menyediakan lapangan pekerjaan bagi rakyat lainnya untuk mengentaskan kemiskinan, seorang ibu dari seorang anak berjuang mendidik anaknya menjadi orang yang berbudi pekerti, pandai, dan menumbuhkan semangat berjuang demi masa depannya sendiri dan masa depan orang banyak.

SAAT INI KITA SEBAGAI RAKYAT TIDAK BERJUANG DENGAN MENGANGKAT SENJATA MELAWAN PENJAJAH!!!

About Wamir

Wamir hanyalah seorang pengamat semua bidang pengetahuan terutama pengetahuan tentang internet seperti SEO, Social Media, dan perkembangan teknologi website. Selain itu juga menggemari pengetahuan tentang bisnis, baik offline maupun online. Dia juga gemar berbagi pengetahuan apapun yang sudah diketahuinya.
This entry was posted in Lain-lain, Opini, Politik. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>