YLKI menyarankan cukai rokok dinaikkan lagi hingga max. 57%

  • Share
  • Share on Tumblr
  • SumoMe
  • Share
  • Share on Tumblr

cukai


YLKI (Yayasan lembaga konsumen Indonesia) justru menyarankan agar cukai rokok dinaikkan lagi agar negara mendapatkan pendapatan yang lebih besar dari cukai rokok. Hal ini sepertinya kurang pas sekali jika YLKI yang berbicara seperti itu, apalagi pernyataan tersebut dipublikasikan masyarakat luas.

Salah satu anggota harian YLKI yang bernama Tulus Abadi yang telah berseberangan dengan tujuan lembaga konsumen. Yang dimaksudkan dengan berseberangan ini adalah YLKI yang seharusnya membela konsumen justru ingin menjerat konsumen rokok agar membeli produk rokok lebih mahal karena cukai rokok dinaikkan.

Tulus mengatakan hal ini karena cukai untuk rokok di Indonesia ini masih tergolong yang terendah di dunia setelah Kamboja. Cukai rokok di Indonesia masih sekitar 37% dan disarankan cukai rokok dapat dinaikkan hingga 57%.
“Cukai rokok kita terendah di dunia, hanya 37%. Seharusnya negara bisa dapat lebih besar lagi dari rokok,” kata anggota harian YLKI, Tulus Abadi, di Jakarta.

Padahal Tulus juga mengatakan dengan cukai pajak yang sudah diperoleh negara saat ini sudah mencapai Rp. 42 trilyun/tahun dan masih dianggap kurang dengan nominal cukai yang didapat jika disesuaikan dengan undang-undang tentang cukai.

Sebagai seorang perokok pastinya melihat YLKI ini justru berkesan ingin merugikan konsumen dengan menaikkan cukai rokok. Akan lebih baik jika yang berbicara seperti itu orang yang bukan dari lembaga konsumen.

Jasa industri rokok sebenarnya tidak hanya menambah pendapatan negara dari cukai tapi masih banyak hal-hal yang bermanfaat lagi bagi perkembangan negara. Hal lain yang sudah dilakukan oleh industri rokok yang lebih bermanfaat selain cukai itu antara lain :

  1. Mengurangi pengangguran karena telah menyerap tenaga kerja yang banyak sekali, hal inipun sesuai dengan prosedur dari Departemen Tenaga Kerja untuk menggunakan jasa manusia untuk produksi rokok kretek. Selain menjadi tenaga kerja industri rokok, pengurangan kemiskinan ini terlihat dari banyak petani dan pengusaha tembakau yang sukses yang juga bisa menyerap tenaga kerja untuk mengurangi pengangguran.
  2. Mengurangi kemiskinan karena telah menyerap tenaga kerja yang banyak sekali baik diindustri rokoknya maupun di sektor pertanian cengkeh ataupun tembakau.
  3. Membantu dalam pembuatan fasilitas-fasilitas umum.
  4. Membuat kegiatan-kegiatan yang lebih bermanfaat untuk anak-anak muda.
  5. Industri rokok sebenarnya juga masih bisa melakukan hal yang lainnya akan tetapi industri rokok dibatasi ruang geraknya.

Jadi kalau ditotal nominal yang telah dikeluarkan dari industri rokok untuk masyarakat sebenar juga banyak sekali selain anggaran dana untuk cukai rokok.

Sudah mengeluarkan dana untuk negara dan masyarakat dalam jumlah yang banyak masih saja dianggap masih kurang, kemudian mendapatkan tekanan ketika akan menjual produk rokok agar tidak laku keras dengan melakukan batasan-batasan area promo, area merokok dan mungkin menyusul lagi batasan-batasan lain tapi herannya negara dan masyarakat masih ingin mendapatkan dana dari rokok. Naif banget menjelekkan tapi minta uang dari rokok.

Bukti masyarakat membutuhkan dana terlihat ketika ingin membuat sebuah acara musik di wilayahnya pastinya ingin meminta sponsor dari industri rokok, misalnya dari Djarum Black yang memiliki produk Djarum Black Slimz. Kemudian fasilitas seperti di Kudus telah banyak memberi manfaat bagi masyarakat sekitar industri rokok.

About Wamir

Wamir hanyalah seorang pengamat semua bidang pengetahuan terutama pengetahuan tentang internet seperti SEO, Social Media, dan perkembangan teknologi website. Selain itu juga menggemari pengetahuan tentang bisnis, baik offline maupun online. Dia juga gemar berbagi pengetahuan apapun yang sudah diketahuinya.
This entry was posted in Djarum Black and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>