Profesional atau proporsional dulu yang akan anda pilih ?

  • Share
  • Share on Tumblr
  • SumoMe
  • Share
  • Share on Tumblr

Tulisan ini muncul ketika ada sebuah kasus di dalam sebuah perusahaan milik teman diluar kota yang disitu aku memberikan saran kebaikan sebuah sistem yang lebih efektif dan efisien (gaya tok kayak konsultan aja) akan tetapi si pembuat sistem belum tentu bisa mengerjakan atau menerapkan hal dikarenakan perkerjaannya sendiri juga sedang menumpuk. Atasannya juga sudah mengetahui statusnya yang seperti itu (menumpuknya tugas yang harus diselesaikan) akhirnya atasannya membuat keputusan yang bijak yaitu tidak usah dikerjakan saja sesuai saran aku tapi jika memungkinkan, silahkan untuk dikerjakan.

Kemudian muncullah kata proporsional dan profesional itu.

Dua kata yang memiliki sedikit kemiripan dalam pengucapannya ini mempunyai arti yang berbeda tapi terkadang juga saling berhubungan satu sama lain. Kedua kata ini harus dipahami oleh orang-orang yang memiliki anak buah atau sebagai atasan dan juga sebagai anak buah.

Dalam dunia kerja pasti ada yang namanya atasan dan bawahan, kedua posisi ini diharapkan bisa saling mensupport untuk membentuk tim yang solid dan berkualitas secara bertahap.
Kata profesional kurang lebih memiliki arti yang mengatakan semua pekerjaan bisa diselesaikan dengan tepat waktu dan hasilnya tepat seperti yang diinginkan.

Sedangkan kata proporsional memiliki arti yang mengatakan bahwa suatu pekerjaan atau tugas disesuaikan dengan porsinya atau disesuaikan dengan kemampuan yang mengerjakan sehingga pelaksana pekerjaan tidak sampai memiliki pekerjaan yang menumpuk dan dikejar deadline.

Penumpukan tugas/pekerjaan memang ada dan itu wajar-wajar saja tapi semua juga harus tahu mengenai batas-batasnya antara bisa dikerjakan atau tidak, dan juga mengenai kemungkinan tugas tersebut terselesaikan atau tidak sebelum deadline yang telah ditentukan bisa dicapai.

Setiap orang atau anak buah harus bisa diketahui sampai seberapa tingkat kemampuannya dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Jika sudah bisa diketahui kemampuan setiap orangnya kemudian juga harus diketahui tingkat kemampuan tim secara menyeluruh, sampai tingkat seberapa kemampuan tim tersebut sudah diketahui maka baik atasan maupun bawahan sudah tahu kemampuan yang dimiliki tim tersebut.

Berikan pekerjaan sesuai dengan kemampuan tim tersebut dan juga sesuaikan dengan kemampuan setiap personel timnya. Pemberian pekerjaan yang disesuaikan ini dinamakan proporsional sehingga nantinya akan mendapatkan hasil yang sempurna karena dikerjakan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.Tetapi pemberian tugas pekerjaan yang melebihi kemampuan juga dianjurkan namun haruslah secara bertahap, hal ini untuk meningkatkan kemampuan tim atau tiap personel ke tingkatan selanjutnya. Penambahan tingkat kesulitan ini diberikan secara bertahap namun pasti, jangan penambahannya secara drastis yang akan menyebabkan KO-nya si pelaksana.
Jika proporsional sudah dilakukan dan secara bertahap tingkat kesulitan juga dilakukan penambahan secara otomatis perlahan-lahan kata profesional itu akan muncul setelah melewati waktu yang tidak dirasakan.

Orang lain akan melihat bahwa tim tersebut memiliki profesional dalam bekerja. Profesional tidak tercapai jika tidak melewati sebuah proses-proses yang mendukung untuk bisa profesional, tak terkecuali harus melewati proses proporsional.

Jika tidak proporsional akibatnya adalah

  1. Hasil akhir tidak sesuai dengan yang diinginkan karena harus mengejar deadline yang ditentukan sehingga kualitas diabaikan dan efek samping lainnya adalah kreativitas tiap personel tidak akan muncul karena sudah fokus pada penyelesaian tugas yang belum selesai.
  2. Tidak bisa menentukan kapan selesainya sebuah pekerjaan tersebut karena memiliki antrian pekerjaan yang cukup banyak.
  3. Tugas tidak bisa diselesaikan karena tugas tersebut mengalami hambatan-hambatan, misal skill memang tidak bisa, kekurangan tenaga/personel, dll.
  4. Jadwal penyelesaian yang sudah diatur akan terbengkalai karena muncul prioritas pekerjaan yang harus diselesaikan terlebih dahulu karena dianggap lebih mudah/ bisa diselesaikan lebih cepat sehingga rawan selip dan nantinya ada pekerjaan yang kelupaan untuk diselesaikan.

About Wamir

Wamir hanyalah seorang pengamat semua bidang pengetahuan terutama pengetahuan tentang internet seperti SEO, Social Media, dan perkembangan teknologi website. Selain itu juga menggemari pengetahuan tentang bisnis, baik offline maupun online. Dia juga gemar berbagi pengetahuan apapun yang sudah diketahuinya.
This entry was posted in Lain-lain and tagged , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Profesional atau proporsional dulu yang akan anda pilih ?

  1. arifah says:

    terimakasih . proporsional n profesional … chip

  2. ferdhie says:

    hahaha, bukan ngikut style industrial yang full work less pay :))

    btw bos, fontnya kekecilan, pusing bacanya ..

  3. Wamir says:

    full work less pay mungkin karena tidak ada sistem…
    Seperti orang yg jualan sayur di pasar yg gak ada sistem yg dipake sama sekali. Yang penjual sayur tahu adalah pagi berangkat, kemudian jualan, trus pulang. full work karena tak ada expansi, tak ada tambahan income, tak ada kreativitas berjualan dan hasil akhirnya less pay. begitulah orang pasar yg akhirnya menggunakan cara singkat (dukun)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>