Caleg dari rakyat kecil yang tanpa pendidikan tinggi

  • Share
  • Share on Tumblr
  • SumoMe
  • Share
  • Share on Tumblr

dpr


Pemilu tahun 2009 ini, Indonesia (beberapa partai politik)mengubah strategi pemasarannya untuk mendapatkan suara sebanyak-banyaknya. Partai mengambil inisiatifi dengan mengambil kader untuk dijadikan calon legislatif dari rakyat kecil yang tidak memiliki pendidikan yang memadai.

Caleg yang sudah dipilih itu antara lain dari penjual sate, tukang tambal ban, tukang becak, ibu rumah tangga, tukang parkir, dan mungking masih banyak lagi dari berbagai profesi rakyat kecil.

Dari kalangan orang-orang partai memiliki pendapat mengenai caleg yang diambil dari rakyat kecil tanpa memiliki pendidikan tinggi dikarenakan untuk menjadi seorang caleg yang dibutuhkan hanya bisa menampung aspirasi rakyat kecil jadi untuk seorang caleg tidak dibutuhkan title yang tinggi, kemudian hanya bisa mengatur dan mengakomodir kepentingan partai.

Perubahan strategi ini sebenarnya hanya ingin mengambil simpati rakyat untuk mendapatkan suara pemilu 2009 ini dan selanjutnya masih diragukan juga mengenai andil dari caleg rakyat kecil tersebut. Rakyat kecil yang dijadikan caleg ini hanya akan diperalat agar partai mendapatkan suara banyak dari rakyat selanjut caleg ini kecil akan dibungkam ketika sedang rapat.

Perubahan strategi ini nampaknya juga mengundang rasa kekhawatiran dari rakyat lain yang memiliki wawasan lebih termasuk pemilik blog.

  1. Caleg dari rakyat tanpa pendidikan tinggi ini akan diragukan ketika sedang mengadakan rapat atau sidang partai, karena memiliki ekonomi dan pendidikan yang rendah akhirnya menjadi orang yang dikalahkan dengan argumen dari orang yang lebih paham mengenai politik.
  2. Caleg dari rakyat kecil hanya dijadikan mesin untuk mendapatkan suara saja (bekerja diawal pemilu  saja) setelah itu otaknya tetap yang memegang peranan. Jadi aspirasi rakyat kecil tidak akan diperjuangkan lagi karena wakilnya di parlemen memiliki kelemahan dalam hal berpikir dan berstrategi, ujung-ujungnya nanti adalah otot yang akan dihandalkan untuk memenangkan opini.
  3. Caleg dari rakyat kecil hanya dijadikan boneka, jika tidak nurut akan didepak karena partai telah berjasa pada caleg ini yang telah mengangkat dirinya menjadi anggota dewan.
  4. Caleg dari rakyat kecil ini harganya sangat murah sekali jika orangnya memiliki kepribadian mata duitan. Karena caleg ini sebelumnya memiliki penghasilan kecil ketika disuap uang lebih sedikit saja sudah dikorbankan perjuangannnya. Memang nilai korupsi uang negara kecil tapi perjuangan untuk bangsa luntur hanya dengan uang kecil tersebut.

Pola pikir pendek akan menyelimuti bangsa ini daripada sebelumnya, segala permainan akan ditempuh untuk mendapatkan apa yang diinginkan.

Memang badan-badan yang mendukung kelanjutan stabilitas negara sudah disediakan oleh pemerintah  tapi kekacauan juga mulai melakukan pembibitan.

Jadi kebodohan bangsa sudah dimulai oleh partai-partai, sedangkan rakyat kecil yang diangkat menjadi caleg tidak bersalah hanya sedang diperalat saja oleh partai.

Semoga aja perkiraan ini salah semua, karena dari jaman dahulu politik itu kejam dan kotor kemudian otaknya orang Indonesia masih banyak yang kotor padahal Indonesia punya adat timur yang katanya lebih terhormat daripada adat barat.

Tidak masalah bermain kotor untuk menang, jika terlihat kotor buatlah seakan-akan benar-benar bersih walauupun sebenarnya masih kotor.

Prinsip kerja mafia yang harus dibuang dari Indonesia, bisa gak yaaaah kerja sama untuk bersama ?

About Wamir

Wamir hanyalah seorang pengamat semua bidang pengetahuan terutama pengetahuan tentang internet seperti SEO, Social Media, dan perkembangan teknologi website. Selain itu juga menggemari pengetahuan tentang bisnis, baik offline maupun online. Dia juga gemar berbagi pengetahuan apapun yang sudah diketahuinya.
This entry was posted in Politik and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>