Disukaikah perilaku blak-blakan / terus terang dalam sosialisasi ?

  • Share
  • Share on Tumblr
  • SumoMe
  • Share
  • Share on Tumblr

Dalam bersosialisasi dalam pertemanan, persahabatan dan hubungan antar personel sangat beragam perilaku yang dilakukan oleh setiap orang. Dan perilaku ini sangat dipengaruhi juga oleh beberapa faktor seperti bahasa, logat, daerah maupun latar belakang dari orang tersebut. Setiap orang memiliki pembenaran sendiri-sendiri dalam mencermati perilakunya masing-masing. Salah satu perilaku dalam bersosialisasi yaitu sifat berterus terang atau blak-blakan kepada orang atau teman mengenai sesuatu hal  tanpa ada yang disembunyikan kepada lawan bicara.

Hal ini muncul menjadi tulisan setelah ada seorang teman yang mengatakan dirinya lebih suka temannya itu berbicara langsung, blak-blakan atau terus terang kepadanya misalkan ada yang tidak disukainya daripada berbicara dibelakangnya.

Memang akan lebih baik jika rasa tidak suka itu diutarakan langsung kepada orang dituju daripada harus berbicara dibelakangnya. Hal ini untuk meminimalisir kurang akuratnya informasi yang disampaikan oleh orang lain dibelakang orang yang dituju. Informasi yang sudah dilontarkan kepada orang lain kemungkinan besar dikurangi ataupun ditambahi akan terjadi sehingga jika informasi itu diterima atau didengar oleh orang yang bersangkutan akan merasa lebih terpukul atau sebaliknya. Jadi pada intinya masih ada kebaikan dari perilaku blak-blakan tersebut untuk diterapkan.

Namun sudah siapkah si penerima kritikan / teguran untuk mendengarkan semua kata/kalimat yang mungkin akan lebih pedas didengar ?

Apakah si penerima juga akan melakukan pembelaan atau pembenaran sendiri menurut dirinya sendiri daripada mendengarkan orang lain yang ingin menasehatinya untuk kebaikan ?

Orang yang akan mengkritik biasanya ingin orang yang dikritik melakukan perubahan ke arah yang lebih baik, lain lagi kalau kritikan itu untuk tujuan lain yang merugikan.  Orang yang mengkritik mungkin merasa takut jika orang yang bersangkutan tidak bisa menerima dan tersinggung dengan kritikan atau saran yang kita sampaikan. Memang orang yang mengatakan lebih suka blak-blakan harus memiliki rasa pengertian yang tinggi untuk bisa menerima semua pendapat orang lain itu.

Jika banyak orang yang melakukan perilaku blak-blakan ini, orang lain akan cenderung melihat orang tersebut memiliki sifat yang arogan karena merasa dirinya yang paling benar padahal semua yang dikatakan belum tentu benar.

Jadi, akan lebih baik jika mengontrol semua kalimat yang keluar dari mulut daripada harus blak-blakan dan harus siap menerima omongan dari orang lain jika ada kalimat yang ditujukan pada kita.

About Wamir

Wamir hanyalah seorang pengamat semua bidang pengetahuan terutama pengetahuan tentang internet seperti SEO, Social Media, dan perkembangan teknologi website. Selain itu juga menggemari pengetahuan tentang bisnis, baik offline maupun online. Dia juga gemar berbagi pengetahuan apapun yang sudah diketahuinya.
This entry was posted in Lain-lain and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>